Lewat BRP, Dompet Dhuafa Tumbuhkan Semangat Pasien Jantung Anak

Anissa Dea Widiarini
Kompas.com - Selasa, 1 Oktober 2019
Lewat BRP, Dompet Dhuafa Tumbuhkan Semangat Pasien Jantung AnakDok. Humas Dompet DhuafaRelawan Dompet Dhuafa tengah bermain bersama salah satu pasien anak di RS Jantung Harapan Kita dalam program Sahabat Berbagi Harapan, Kamis (26/9/2019).

KOMPAS.com –  Dompet Dhuafa mencoba membawa sedikit kebahagiaan bagi anak-anak pasien penyakit jantung di Rumah Sakit (RS) Harapan Kita, Jakarta, melalui program Bimbingan Rohani Pasien (BRP).

BRP merupakan program rutin dari Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa yang menyasar pasien Rumah Sakit. Tujuannya agar pasien termotivasi untuk kembali sehat.

Tak hanya menghibur pasien, kegiatan itu dilaksanakan untuk memeringati hari jantung sedunia yang jatuh pada Minggu (29/9/2019) lalu.

“Alhamdulillah hari ini (Kamis, 26 September 2019) kami ada BRP untuk 40 pasien anak,” terang Koordinator BRP Dompet Dhuafa Ahmad Fitroh, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (30/9/2019).

Baca juga: Dalam Sehari Dompet Dhuafa Bersih-Bersih Serentak di 13 Titik

Salah satu pasien anak yang mendapat hiburan dari tim BRP adalah Willem. Bocah enam tahun itu terdiaknosa mengalami kebocoran jantung dan sudah dua minggu menjalani perawatan di RS Harapan Kita.

“Sudah sejak usia empat bulan, dan sering keluar masuk rumah sakit,” terang ibunya.

Senyum kecil pun muncul di wajah Willem tatkala seorang badut menghampirinya. Dengan tingkah lucu dan atraksi sulap sederhana, Badut itu berhasil mengembalikan keceriaan Willem dan puluhan anak lainnya.

Tak ketinggalan, para orang tua pasien yang menemani juga ikut tertawadan terhibur melihat tingkah lucu anak-anaknya.

Bantu percepat kesembuhan

Sementara itu, Kepala Instalasi Kardiologi Mediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan RS Harapan Kita Rina Iriany menyatakan, kegiatan menyenangkan dan menghibur sangat penting untuk mempercepat penyembuhan pasien.

Dia menilai, kegiatan seperti BRP dapat membuat pasien dapat keluar dari suasana membosankan di rumah sakit. Dengan begitu, diharapkan bisa membantu mempercepat penyembuhan bagi pasien.

Pasalnya, suasana hati menjadi salah satu faktor penting dalam penyembuhan suatu penyakit. Motivasi untuk sembuh hanya bisa dibentuk dari dalam diri pasien itu sendiri.

“Itu penting sekali. Kalau dokter, perawat, dan obat-obatan hanya bisa membantu penyembuhan. Kalau dari diri sendiri tidak positif akan berdampak menghambat penyembuhan, begitu sebaliknya,” jelas Rina.

Baca juga: Berdayakan Masyarakat, Dompet Duafa Perkuat Jaringan Mitra di Daerah

Terkait penyelenggaraan BRP, Rina menjelaskan, kegiatan bersama Dompet Dhuafa itu sudah rutin dilaksanakan.

“Menyenangkan sekali. (Kegiatan ini) memang bukan yang pertama bersama Dompet Dhuafa. Mereka diajak keluar dari suasana membosankan dan semoga bisa mempercepat kesembuhan,” ucapnya.

PenulisAnissa Dea Widiarini
EditorMikhael Gewati