KPAI: Ada Mobilisasi Anak untuk Dijadikan Pengemis

Adysta Pravitra Restu
Kompas.com - Rabu, 16 Juli 2014
KPAI: Ada Mobilisasi Anak untuk Dijadikan PengemisShutterstockIlustrasi


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh menyatakan, fenomena mobilisasi pengemis kerap terjadi selama bulan Ramadhan hingga mendekati Lebaran. Para pelaku bahkan mengeksploitasi anak untuk mendapat belas kasihan dari masyarakat.

"Fenomena mobilisasi pengemis kita sinyalir ada gerakan yang terorganisasi tercium dengan mudah," kata Asrorun Niam Sholeh kepada Kompas.com, Selasa (15/7/2014).

Asrorun mengungkapkan, proses mobilisasi yang mungkin terjadi itu dengan meminjam anak hanya untuk meminta empati dan solidaritas. Itu, kata Asrorun, adalah penyalahgunaan anak untuk memperoleh untuk memperoleh rezeki dengan memanfaatkan momentum orang yang sedang beribadah.

Dia berpendapat, mobilisasi tersebut dapat dicegah agar tidak terjadi peningkatan potensi mobilisasi di Ramadhan dan Lebaran 2014 ini. Menurut Asrorun, hal ini harus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan Dinas Sosial.

Selain itu, polisi juga berperan mencegah fenomena itu karena memiliki keterkaitan dengan pelanggaran hukum, yaitu eksploitasi anak yang jelas tidak sesuai hukum.

"Di situ ada kelompok-kelompok. Artinya pergerakan tak spontan tapi terorganisasi. Ini telah disebar di beberapa titik oleh mereka. Mobilisasi yang teridentifikasi (dari) Subang, Cikampek, dan masih ada area lain," kata Asrorun.

Para pengemis ini kebanyakan memilih balita dalam meminta belas kasihan masyarakat, bahkan usia variatif dan bayi menjadi pilihan mereka. Asrorun juga mengatakan, lokasi di pertigaan, perempatan, tempat wisata, masjid seperti Masjid Istiqlal, dan tempat lainnya juga menjadi incaran mereka mencari rezeki.

Untuk itu KPAI mengambil langkah penanganan lebih dini agar tidak ada tindak pidana eksploitasi tersebut. KPAI juga akan mencegah hal ini dengan melakukan koordinasi bersama Dinas Sosial dan Polda Metro Jaya untuk menegakkan hukum dan mencegah eksploitasi terutama di wilayah Jakarta.

PenulisAdysta Pravitra Restu
EditorKistyarini
Terkini Lainnya
KCN Dukung Usaha Presiden Jokowi untuk Dorong Investasi
KCN Dukung Usaha Presiden Jokowi untuk Dorong Investasi
Infrastruktur Pelabuhan Marunda
Gunakan Dana Non APBN, KCN Lanjutkan Pembangunan Pelabuhan Marunda
Gunakan Dana Non APBN, KCN Lanjutkan Pembangunan Pelabuhan Marunda
Infrastruktur Pelabuhan Marunda
Asosiasi Logistik Indonesia Usulkan Pelabuhan Marunda Naik Kelas
Asosiasi Logistik Indonesia Usulkan Pelabuhan Marunda Naik Kelas
Infrastruktur Pelabuhan Marunda
Asosiasi Logistik Indonesia Dukung Proyek Pembangunan Pelabuhan Marunda
Asosiasi Logistik Indonesia Dukung Proyek Pembangunan Pelabuhan Marunda
Infrastruktur Pelabuhan Marunda
Atasi Persoalan Debu Pelabuhan Marunda, KCN Bentuk Tim Khusus
Atasi Persoalan Debu Pelabuhan Marunda, KCN Bentuk Tim Khusus
Infrastruktur Pelabuhan Marunda
Sesuai Rekomendasi Kemenko Polhukam, PT KCN Lanjutkan Pembangunan Pelabuhan Marunda
Sesuai Rekomendasi Kemenko Polhukam, PT KCN Lanjutkan Pembangunan Pelabuhan Marunda
Infrastruktur Pelabuhan Marunda
Siapkan SDM Maritim Unggul, KCN Kucurkan Beasiswa bagi Mahasiswa STIP
Siapkan SDM Maritim Unggul, KCN Kucurkan Beasiswa bagi Mahasiswa STIP
Infrastruktur Pelabuhan Marunda
Kucurkan Rp 5 Triliun, PT KCN Lanjutkan Pembangunan Pelabuhan Marunda
Kucurkan Rp 5 Triliun, PT KCN Lanjutkan Pembangunan Pelabuhan Marunda
Infrastruktur Pelabuhan Marunda
Sembari Tunggu Putusan MA, KCN Lanjutkan Pembangunan Pelabuhan Marunda
Sembari Tunggu Putusan MA, KCN Lanjutkan Pembangunan Pelabuhan Marunda
Infrastruktur Pelabuhan Marunda
Sengketa KCN dan KBN Masih Berlanjut, Investor Jadi Ciut
Sengketa KCN dan KBN Masih Berlanjut, Investor Jadi Ciut
Infrastruktur Pelabuhan Marunda