Kisah Mualaf Asal Korsel, dari Benci Islam hingga Mantap Jadi Muslim

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Senin, 20 Desember 2021
Mualaf Talks yang mengusung tema Menjadi Muslim yang Berdaya dan Menginspirasi menghadirkan Son Ju Yeong, yang berbagi pengalaman spiritual kepada jamaah lintas komunitas di Aula Masjid Al Madinah, Zona Madina, Parung, Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/12/2021)
DOK. Humas Dompet Dhuafa Mualaf Talks yang mengusung tema Menjadi Muslim yang Berdaya dan Menginspirasi menghadirkan Son Ju Yeong, yang berbagi pengalaman spiritual kepada jamaah lintas komunitas di Aula Masjid Al Madinah, Zona Madina, Parung, Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/12/2021)

KOMPAS.com – Seorang mualaf asal Korea Selatan (Korsel) Son Ju Yeong alias Muhammad Son membagikan kisahnya dari membenci agama Islam hingga memeluk Islam.

Dia menceritakan, citra tentang Islam yang dibangun untuk anak-anak dan masyarakat di Korsel hanyalah hal yang buruk-buruk saja, seperti kekerasan, terorisme, dan lainnya.

"Saya dulu sangat benci sama Islam. Sebelum sadar, saya berpikir manusia adalah paling cerdas, maju dan pemilik bumi,” katanya dalam Mualaf Talks bertema "Menjadi Muslim yang Berdaya dan Menginspirasi" di Aula Masjid Al Madinah, Zona Madina Dompet Dhuafa, Parung, Bogor, Minggu (19/12/2021).

Dia juga sempat merasa jengkel dan menganggap ajaran Islam berlebihan, seperti harus shalat, harus berwudhu sebelum shalat, makan harus dengan tangan kanan, hingga menutup aurat. Terlebih, di Korsel saat musim panas cuaca lebih panas dari Indonesia.

Bahkan, Son pernah menjebak 80 pekerja dari Indonesia melalui makanan. Sebagai mandor, dia memasukkan makanan mengandung babi dan minuman mengandung soju.

Baca juga: Bangun Pesantren Mualaf Ke-5 di Bali, Dompet Dhuafa Diapresiasi Kemenag

“Banyak yang menolak dan melawan itu, hingga akhirnya ada yang benar-benar melawan dengan dakwah. Nah, dari situlah saya mulai mencari tahu tentang Islam," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Di satu titik, Son sadar, jika Islam keras dan muslim adalah teroris, mengapa dia tidak mati saat berada di tengah orang Islam dan berkunjung di negara muslim seperti Indonesia.

Setelah bekerja bersama para tenaga kerja Indonesia (TKI) selama 17 tahun Indonesia, dia pun penasaran dan ingin mempelajari Islam, terlebih dia sudah mahir berbahasa Indonesia.

"Setelah mempelajari, saya tertarik dengan ayat-ayat Allah SWT. Semakin hari saya belajar, saya semakin ingin memperdalamnya,” katanya.

Dia menyebutkan, ayat-ayat Allah membuatnya takut karena dia dulu senang berbuat maksiat.

“Karena Allah senantiasa bersama kita, melihat kita, tahu gerak-gerik kita. Di situlah saya semakin mantap menjadi muslim," ujarnya.

Baca juga: Bina Mualaf dengan Baik, Dompet Dhuafa Raih LDK Award 2021 dari MUI

Pada 30 Juni 2018, Son pun resmi memeluk Islam dengan bersyahadat setelah merasa mendapatkan hidayah dan mengenal Islam melalui perantara orang-orang Indonesia.

Dalam gelaran Mualaf Talks, General Manajer Layanan Sosial Dompet Dhuafa Juperta Panji Utama berpesan kepada para mualaf agar tidak berlama-lama menyandang status mualaf.

Setelah bersyahadat, katanya, para mualaf harus berproses menjadi muslim yang berdaya.

Senada dengan Panji, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Tarmizi Tohor mengatakan, sebagai penguatan dalam pembinaan, para mualaf perlu mendapatkan tiga bekal, yaitu pembinaan mental dan budaya, pembinaan agama, serta pembinaan lingkungan.

“Sehingga ke depannya, para mualaf tidak hanya sekedar masuk Islam, tetapi juga memahaminya dengan baik," paparnya dalam acara yang diinisiasi Pesantren Mualaf Indonesia dari divisi Dakwah Dompet Dhuafa tersebut.

Baca juga: Digitalisasikan Sektor Peternakan dan Pangan, WMP Gandeng Angkit Agro Technology dan Dompet Dhuafa

Adapun, acara Mualaf Talks digelar secara hybrid dan turut dihadiri ratusan jemaah dengan narasumber utama Son Ju Yeong serta dipandu islamic content creator Yudhi Darmawan.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID
Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID
Inspirasi
DMC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Siaga Kebencanaan untuk Tenaga Medis
DMC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Siaga Kebencanaan untuk Tenaga Medis
Inspirasi
Berkat Muharram Fest, Anak Kelas 2 SD Ini Bisa Beli Sepatu Baru
Berkat Muharram Fest, Anak Kelas 2 SD Ini Bisa Beli Sepatu Baru
Inspirasi
Dompet Dhuafa Gandeng DDV Ajak 200 Anak Yatim Eduwisata ke Sea World dan Ocean Dream
Dompet Dhuafa Gandeng DDV Ajak 200 Anak Yatim Eduwisata ke Sea World dan Ocean Dream
Inspirasi
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika
Inspirasi
Gandeng Alami, Dompet Dhuafa Bangun Sumur Wakaf di Ponpes Al-Mujahidah NW Bantuas
Gandeng Alami, Dompet Dhuafa Bangun Sumur Wakaf di Ponpes Al-Mujahidah NW Bantuas
Inspirasi
Dompet Dhuafa Resmikan Masjid Az-Zahra untuk Kemashlatan Umat
Dompet Dhuafa Resmikan Masjid Az-Zahra untuk Kemashlatan Umat
Inspirasi
Sempat Tak Sekolah Setahun, Remaja yang Hafal 15 Juz Al Quran Ini Dapat Beasiswa eTahfizh School
Sempat Tak Sekolah Setahun, Remaja yang Hafal 15 Juz Al Quran Ini Dapat Beasiswa eTahfizh School
Inspirasi
Gandeng Kimia Farma, Dompet Dhuafa Luncurkan Program BIUN untuk Turunkan Stunting
Gandeng Kimia Farma, Dompet Dhuafa Luncurkan Program BIUN untuk Turunkan Stunting
Inspirasi
Cussons Baby Indonesia Gandeng Dompet Dhuafa Salurkan Donasi Produk Bayi, Warga Bisa Hemat 6 Bulan
Cussons Baby Indonesia Gandeng Dompet Dhuafa Salurkan Donasi Produk Bayi, Warga Bisa Hemat 6 Bulan
Inspirasi
THK Dompet Dhuafa Distribusikan 29.000 Hewan Kurban di 30 Provinsi dan 9 Negara
THK Dompet Dhuafa Distribusikan 29.000 Hewan Kurban di 30 Provinsi dan 9 Negara
Inspirasi
Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Digital Marketing dan Programming Gratis
Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Digital Marketing dan Programming Gratis
Inspirasi
Lewat Program THK, Dompet Dhuafa Distribusikan 55 Sapi Kurban ke NTT
Lewat Program THK, Dompet Dhuafa Distribusikan 55 Sapi Kurban ke NTT
Inspirasi
Dompet Dhuafa Salurkan Daging Kurban hingga Perbatasan Papua Nugini untuk 50 KK dan 5 Pos TNI
Dompet Dhuafa Salurkan Daging Kurban hingga Perbatasan Papua Nugini untuk 50 KK dan 5 Pos TNI
Inspirasi
Melalui Program THK, Dompet Dhuafa Distribusikan 30 Hewan Kurban ke Sumut
Melalui Program THK, Dompet Dhuafa Distribusikan 30 Hewan Kurban ke Sumut
Inspirasi