KOMPAS.com - Memetik keberkahan di bulan Ramadhan 1446 Hijriah, Institut Kemandirian (IK) Dompet Dhuafa, menyelenggarakan program pelatihan teknisi pendingin udara (AC) untuk melahirkan para "Hajj-Preneur"—sebutan untuk peserta pelatihan dari wilayah Kabupaten Lebak, Banten.
Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Dompet Dhuafa dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai mitra kemaslahatan.
Selain itu, program pelatihan juga bagian dari implementasi komitmen kedua lembaga untuk memaksimalkan potensi dana haji bagi kemaslahatan umat.
Program pelatihan teknisi AC diharapkan menjadi oase harapan bagi para pemuda Lebak yang mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan teknis bernilai ekonomi tinggi.
Dari 70 pendaftar, Dompet Dhuafa telah memilih 11 peserta. Sebanyak 10 di antaranya adalah pemuda asal Lebak.
Mereka mengikuti pelatihan intensif di IK Karawaci dan Panasonic Gobel Jakarta Timur sejak Senin (3/4/2025).
Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan keterampilan komprehensif, seperti perawatan, perbaikan, dan instalasi AC.
Peserta juga mendapatkan pengalaman magang yang memberikan pemahaman praktis tentang industri.
Sementara, seremonial peluncuran program pelatihan teknisi AC sendiri digelar berbarengan dengan acara berbuka puasa bersama di wilayah Baduy Luar Masjid Al-Imron, Kampung Ciboleger, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Senin (24/3/2025).
Bupati Lebak Hasbi Jayabaya pun menyambut baik program Hajj-Preneur. Ia juga mengapresiasi para peserta pelatihan pemuda Lebak, BPKH, dan Dompet Dhuafa atas inisiatif program pelatihan.
Hasbi berharap, program tersebut dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat Lebak.
Baca juga: Dompet Dhuafa, Army BTS Indonesia, dan Marc Klok Ajak Anak Yatim Belanja Kebutuhan Lebaran
" Pelatihan ini jangan dianggap sepele. Zaman sekarang banyak yang ingin dapat harta dengan mudah dan instan. Namun, kalau punya kemampuan, kita bisa dapat penghasilan yang mudah dan halal. Kita kejar yang makruf dan jauhi yang mungkar. Lalu, bersyukur kepada Allah. Terlebih, sekarang sudah hari ke-24 Ramadhan. Masih ada satu pekan untuk meningkatkan takwa," kata Hasbi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/3/2025).
Sementara itu, General Manager Resources Mobilization Dompet Dhuafa Ahmad Faqih mengaku bersyukur atas kemitraan yang terjalin dengan BPKH.
Ia berharap, program-program Dompet Dhuafa dapat terus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
"Alhamdulillah, Dompet Dhuafa kembali mengemban amanah kolaborasi bersama BPKH sejak 2020 hingga sekarang. Hari ini, telah terlaksana seremonial penyerahan sertifikat juga kepada para peserta pelatihan dan penyaluran 150 paket berbuka puasa. Semoga, program-program Dompet Dhuafa bisa terus membersamai dan bermanfaat luas kepada penerima manfaatnya," ucap Faqih.
Senada dengan Faqih, Kepala Divisi Pelaksana Monitoring dan Evaluasi BPKH Indriayu Afriana menjelaskan bahwa pelatihan teknisi AC adalah program pertama yang dilakukan pada 2025.
Dengan ilmu yang peserta dapatkan saat pelatihan, mereka diharapkan bisa menjadi entrepreneur dan bisa mendapat mata pencaharian.
“Hajj-Preneur itu program yang baru diluncurkan pada 2025. Kami ingin melihat dan mencetak masyarakat muda agar tumbuh menjadi entrepreneur. Nah, dengan nilai manfaat dana abadi umat melalui kegiatan kemaslahatan, kami berupaya mendorong dengan pelatihan. Semoga nilai manfaat dana abadi umat dapat tersebar luas untuk masyarakat yang membutuhkan,” tutur Indriayu.
Salah satu peserta pelatihan teknisi AC angkatan ke-8 IK Dompet Dhuafa dan BPKH Asal Kampung Gunung, Lebak, Ahmad Satibi (37), jadi cerminan dari semangat perubahan di tengah keterbatasan ekonomi masyarakat Lebak.
Ia menyadari bahwa perubahan tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diusahakan dengan upaya dan doa.
Baca juga: Dompet Dhuafa dan Parfi 56 Bagikan Ratusan Makanan untuk Masyarakat Srengseng Sawah
Oleh karena itu, dengan tekad kuat untuk mengubah nasib, pria yang akrab disapa Memed itu berharap agar kelak bisa berwirausaha dengan keterampilan yang didapatkan dari pelatihan tersebut.
Sebab, bagi Memed, pelatihan teknisi AC adalah jembatan menuju masa depan yang lebih baik kerja keras dan keterampilan.
"Sehari-hari saya berdagang gorengan dan pekerja serabutan. Saya ingin belajar kemampuan baru agar bisa menjadi bekal keterampilan dan sumber penghasilan ke depan,” ucap Memed.
Bagi Dompet Dhuafa, Kolaborasi dengan BPKH pada Ramadhan 1446 Hijriah bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga tentang pemberdayaan dan harapan.
Para peserta Hajj-Preneur adalah bukti nyata bahwa dengan keterampilan dan tekad, perubahan bisa diwujudkan, termasuk dari Tanah Baduy.
Selain program Hajj-Preneur, sinergi antara Dompet Dhuafa dan BPKH juga diwujudkan dalam serangkaian program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga peningkatan keterampilan.
Program itu di antaranya adalah penyaluran 3.000 paket berbuka puasa, aksi bersih 100 masjid, dan distribusi 500 mushaf Al Quran.
Kolaborasi tersebut bertujuan untuk mewujudkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan keterampilan dan peningkatan taraf hidup.
Baca juga: Dompet Dhuafa Bagikan THR untuk 50 Porter Stasiun Pasar Senen, Apresiasi bagi Pejuang Keluarga