Dompet Dhuafa Gandeng KBMB Buka Layanan Kesehatan untuk Puluhan Deportan dari Malaysia

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Kamis, 20 Oktober 2022
Relawan kesehatan Dompet Dhuafa melakukan pemerikasaan bagi puluhan deportan asal Malaysia, akhir pekan lalu.
DOK. Humas Dompet Dhuafa Relawan kesehatan Dompet Dhuafa melakukan pemerikasaan bagi puluhan deportan asal Malaysia, akhir pekan lalu.

KOMPAS.com - Dompet Dhuafa bersama Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) melalui Pos Sehat Dompet Dhuafa memberikan layanan kesehatan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama yang telah dipulangkan dari Depot Tahanan Imigrasi (DTI) Malaysia.

Selain layanan kesehatan, Dompet Dhuafa juga mendorong Pemerintah Indonesia agar lebih proaktif dalam penanganan dan pencegahan proses deportasi atau pemulangan ke negara asal PMI yang tidak manusiawi.

Perwakilan Tim Advokasi Dompet Dhuafa Aslam Syah Muda mengatakan, kondisi darurat dan memprihatinkan dari para deportan menjadi fokus utama Pos Sehat Dompet Dhuafa.

“Ke depan, keberadaan Pos Sehat Dompet Dhuafa akan terus berada di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Nunukan mengingat bahwa deportasi buruh migran Indonesia sudah menjadi agenda rutin pemerintah Malaysia,” imbuhnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (20/10/2022).

Keberadaan Pos Sehat Dompet Dhuafa, lanjut Aslam, akan terus disempurnakan sebagai solusi tanggap darurat kesehatan deportan.

Baca juga: 18 Pekerja Migran Meninggal di Tahanan Imigrasi Sabah Malaysia Sepanjang 2022, Deportan: Neraka di Bumi

Ia menjelaskan, Dompet Dhuafa bersama KBMB juga mengajak stakeholder terkait dan masyarakat untuk memperhatikan permasalahan deportasi PMI. Hal ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa yang dialami deportan tidak terulang kembali.

Seperti diketahui, sebanyak 368 PMI telah dipulangkan dari DTI Kota Kinabalu, DTI Sandakan, Papar Kimanis, Mangatal, dan DTI Tawau Sabah, Malaysia pada 12 Oktober 2022 dan 13 Oktober 2022 ke Indonesia melalui Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Minggu (16/10/2022).

Tercatat sebanyak 135 orang deportan laki-laki dan perempuan dipulangkan dari Tawau, Malaysia.

Sementara itu, sebanyak 233 dipulangkan dari Kota Kinabalu dengan rincian DTI Sandakan sebanyak 65 orang , DTI Kota Kinabalu 57 orang, dan Papar Kimanis 114 orang. Dari jumlah ini, terdapat 173 laki-laki, 45 perempuan, dan anak-anak 15 orang.

Deportasi selalu membawa pilu yang dalam

Adanya pemulangan paksa para PMI tersebut menyebabkan luka cukup dalam, tidak hanya psikis tetapi juga fisik.

Hal tersebut dibuktikan dari hasil pemeriksaan kesehatan Pos Sehat Dompet Dhuafa. Dari hasil pemeriksaan ini sebanyak 78 deportan, yakni 13 pasien perempuan dan 65 pasien laki-laki menderita suatu penyakit berbeda sejak berada dalam penjara maupun DTI Tawau dan Kota Kinabalu.

Tidak sedikit dari para deportan yang menderita sakit dispepsia, hemoroid, myalgia dd, defisiensi gizi, rinitis, cephalgia, ispa, tinea corporis, pioderma, atrofi otot gastroc, scabies, sust tuberculosis, diare, gastritis, Diabetes Melitus (DM), hingga hipertensi.

Dari sekian banyak pasien tersebut, terdapat dua deportan perempuan yang harus dirujuk ke RSUD Nunukan.

Adapun satu pasien rujukan, seorang ibu dari Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dinyatakan meninggal.

Baca juga: Cerita Kades di Flores Timur Turunkan Angka Stunting dengan Program Wajib Makan Sorgum

Pasien lainnya yang juga seorang ibu masih dalam keadaan kritis Ia pun harus terpisah dari anak perempuannya yang masih berusia tiga tahun. Balita ini sementara dalam pengasuhan di Yayasan Aisyiyah Ruhama Nunukan oleh Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan.

Menurut keterangan dari beberapa deportan, perlakuan di DTI Mangatal, Kota Kinabalu memang cukup parah.

Selama perjalanan kepulangan, deportan harus menempuh waktu selama 12 jam dengan kondisi kaki dirantai di dalam truk secara berdesakan dengan perut lapar dan haus.

Tak jarang dari deportan juga dalam keadaan sakit, sehingga sesampainya di Nunukan kondisi mereka terlihat lemas dan lesu.

Bahkan, sebagian deportan berjalan dari kapal menuju ruang pendataan pelabuhan Tunon Taka saja harus menggunakan kursi roda. Ada juga yang terpincang-pincang sambil membawa sisa pakaian yang mereka punya.

PenulisDwi Nur Hayati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Awali 2023, Dompet Dhuafa Resmikan RS Wakaf Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang
Awali 2023, Dompet Dhuafa Resmikan RS Wakaf Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang
Inspirasi
Terima Mahasiswa Chuo University Tokyo, Dompet Dhuafa Bangga Jadi Sarana Studi Lintas Negara dan Agama
Terima Mahasiswa Chuo University Tokyo, Dompet Dhuafa Bangga Jadi Sarana Studi Lintas Negara dan Agama
Inspirasi
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado
Inspirasi
Pada Jakhumfest 2023, Dompet Dhuafa Perkenalkan Mobile Podcast
Pada Jakhumfest 2023, Dompet Dhuafa Perkenalkan Mobile Podcast "Bertamasya"
Inspirasi
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur
Inspirasi
Lewat Rumah Lestari, Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Kepulauan Seribu Kelola Sampah
Lewat Rumah Lestari, Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Kepulauan Seribu Kelola Sampah
Inspirasi
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara
Inspirasi
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat
Inspirasi
Jusuf Kalla: Masjid Bukan Hanya Tempat Ibadah, tetapi Juga Tempat untuk Meningkatkan Ekonomi dan Pendidikan
Jusuf Kalla: Masjid Bukan Hanya Tempat Ibadah, tetapi Juga Tempat untuk Meningkatkan Ekonomi dan Pendidikan
Inspirasi
Bantu Penanganan Pascagempa Cianjur, RDK LKC Dompet Dhuafa Terima Penghargaan dari Kemenkes
Bantu Penanganan Pascagempa Cianjur, RDK LKC Dompet Dhuafa Terima Penghargaan dari Kemenkes
Inspirasi
Shoecial Moevement 2023, Gerakan Membagikan 1.000 Sepatu untuk Penyintas Gempa Cianjur
Shoecial Moevement 2023, Gerakan Membagikan 1.000 Sepatu untuk Penyintas Gempa Cianjur
Inspirasi
Lewat Sekolah Ceria, Dompet Dhuafa Bantu Pulihkan Semangat Guru di Cianjur
Lewat Sekolah Ceria, Dompet Dhuafa Bantu Pulihkan Semangat Guru di Cianjur
Inspirasi
Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Kaki Palsu dari Keluarga Almarhum Hadi Waluyo
Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Kaki Palsu dari Keluarga Almarhum Hadi Waluyo
Inspirasi
Persiapkan Program Dai Ambassador, Dompet Dhuafa Gelar International Da’wah Outlook 2022
Persiapkan Program Dai Ambassador, Dompet Dhuafa Gelar International Da’wah Outlook 2022
Inspirasi
"Ruang Hening" Big Bang Festival 2022 Ajak Pengujung Rasakan Pengalaman Para Teman Tuli
Inspirasi