KOMPAS.com - Dalam rangka mengisi Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Kitabisa.com meresmikan Jembatan Gantung Tabbuakang, satu-satunya akses penghubung Dusun Tuhoi dan Mapung.
Jembatan tersebut berfungsi sebagai penghubung 400 kepala keluarga (KK) di Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, ke layanan kesehatan, masjid, dan sekolah, serta meningkatkan aktivitas perekonomian petani.
Sebelumnya, warga Desa Tabbinjai hanya mengandalkan jembatan bambu rapuh yang harus diperbaiki hampir setiap minggu agar dapat dilewati warga.
Namun, berkat pembangunan ulang yang dilakukan Dompet Dhuafa Sulsel melalui donasi ribuan orang di platform kitabisa.com, kini telah tersedia jembatan yang kokoh, aman, dan mampu menjadi simbol kemerdekaan dari keterisolasian.
Baca juga: Dompet Dhuafa Kenalkan Potensi Ekonomi Kaki Gunung Lawu lewat Fun Run
Kepala Dusun Tuhoi Abdul Salam mengucapkan syukur atas hadirnya Jembatan Gantung Tabbuakang.
“Jembatan ini membantu perekonomian masyarakat dan memudahkan anak-anak sekolah. Dulu kami selalu was-was, sekarang insyaallah aman,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (21/8/2025).
Sementara itu, Kepala Desa Tabbinjai Zuhair menegaskan pentingnya keberadaan jembatan tersebut.
“Ini satu-satunya akses penghubung antardusun, sekitar 400 KK kini terbantu. Kami berterima kasih kepada Donatur Dompet Dhuafa Sulsel dan Kitabisa,” ujarnya.
Baca juga: Perkuat Soft Diplomacy RI, Dompet Dhuafa Galang Wakaf untuk Islamic Center Indonesia di Kroasia
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel Pandu Heru Satrio menitipkan pesan khusus kepada warga.
“Jembatan ini adalah amanah. Harapannya bisa bermanfaat panjang dan dirawat bersama,” katanya.
Suabang, salah satu penerima manfaat mengaku terharu dengan keberadaan jembatan ini. Menurutnya, jembatan ini bukan sekadar bangunan, tetapi jawaban atas doa-doanya.
“Nenek kami tidak pernah bermimpi akan ada jembatan seperti ini. Alhamdulillah, inilah wujud mimpi kami,” ucap Suabang.
Baca juga: Tinjau Jembatan Nol Rawalumbu, Dedi Mulyadi: Mudah-mudahan Bekasi Tak Banjir Lagi
Hal senada juga disampaikan Fitri, warga desa lainnya.
“Kami sangat senang dan terharu. Sekarang musim hujan pun kami tak khawatir lagi menyeberang ke sekolah,” ungkapnya.
Peresmian Jembatan Gantung Tabbuakang sekaligus menjadi hadiah kemerdekaan yang nyata dengan membebaskan 400 KK warga dari keterisolasian, membuka jalan bagi masa depan yang lebih layak, dan menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong ribuan donatur di seluruh Indonesia.