Tujuh Program Kawasan Sehat dari LKC Dompet Dhuafa Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Pulau Kelapa

Kompas.com - 31/08/2025, 12:09 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Masalah gizi anak masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di wilayah Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta pada 2022, prevalensi balita gizi kurang mencapai 12,31 persen, balita pendek 7,8 persen, dan kurus 4,51 persen. Angka prevalensi tertinggi tercatat berada di wilayah Kepulauan Seribu.

Apabila kondisi malnutrisi itu tidak ditangani secara komprehensif akan berisiko berkembang menjadi masalah kronis. Bahkan, dalam jangka panjang dapat meningkatkan potensi terjadinya stunting pada anak.

Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2022 juga menunjukkan prevalensi bahwa balita stunting di Kepulauan Seribu mencapai 20,5 persen.

Data tersebut menjadi salah satu dasar dipilihnya Pulau Kelapa di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara sebagai lokasi intervensi prioritas oleh Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu.

Untuk membantu mengatasi masalah itu, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jakarta menyelenggarakan Public Expose Kawasan Sehat di Aula Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara, Sabtu (31/8/2025).

Sebagai informasi, Kawasan Sehat merupakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang menekankan upaya promotif dan preventif dengan intervensi sepanjang siklus hidup manusia.

Program tersebut bertujuan untuk menyampaikan capaian program Kawasan Sehat sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan inisiatif kesehatan masyarakat.

Kegiatan dihadiri oleh Lurah Kelurahan Pulau Kelapa Muslim, Sekretaris Yayasan Rumah Sehat Terpadu (YRST) Dompet Dhuafa Iwan Ridwan, dan Kepala LKC Dompet Dhuafa drg Martina Tirta Sari.

Baca juga: Hijaukan Gunungkidul, Dompet Dhuafa Ajak Warga Olah Sampah Organik Jadi Kompos

Fokus pada 7 indikator

Dalam pelaksanaan program Kawasan Sehat di Pulau Kelapa, LKC Dompet Dhuafa berfokus pada tujuh indikator utama.

Ketujuh indikatornya adalah peningkatan kesehatan ibu baduta, eliminasi stunting, pengelolaan pasien tuberkulosis (TBC), pengendalian penyakit tidak menular (PTM), pembangunan lingkungan hijau produktif, peningkatan sanitasi, serta penguatan kesehatan mental dan spiritual.

Hingga 2024, sejumlah capaian telah berhasil diraih melalui tujuh indikator itu.

Pada indikator kesehatan ibu dan anak serta eliminasi stunting, tercatat tidak ada kasus kematian ibu hamil.

Sebanyak tiga ibu hamil dengan anemia ringan mengalami peningkatan kadar hemoglobin. Sedangkan 13 ibu hamil lainnya terpantau status gizinya dengan baik.

Selain itu, sebanyak 20 ibu menyusui berhasil memberikan ASI eksklusif. Dari total 146 balita, seluruhnya telah terpantau status gizinya dan 18 di antaranya menunjukkan peningkatan status gizi.

Dalam pengelolaan TBC, capaian yang diraih antara lain skrining terhadap 1.077 penerima manfaat tanpa temuan kasus suspek TBC.

Sebanyak 24 pasien TBC mendapatkan pendampingan, terdiri dari 16 orang yang dinyatakan sembuh, lima orang menyelesaikan pengobatan, dua orang masih menjalani pengobatan, dan satu orang meninggal dunia.

Pada indikator pengendalian penyakit tidak menular, tercatat 1.334 penerima manfaat telah mengikuti skrining.

Dari jumlah tersebut, 260 orang masuk dalam pengelolaan PTM dan 150 orang mendapatkan pendampingan pengelolaan risiko PTM.

Untuk sanitasi total berbasis masyarakat, hanya satu rumah yang masih melakukan buang air besar sembarangan. Sementara, 410 rumah telah memiliki jamban sehat keluarga.

Kemudian, sebanyak 142 penerima manfaat telah mendapatkan edukasi pilah sampah, dan jumlah yang sama sudah menerapkan pemilahan sampah. Dari kelompok ini, delapan orang bahkan mulai mengolah sampah secara mandiri.

Pada program lingkungan hijau produktif, tercatat 244 kepala keluarga telah mendapatkan edukasi menanam pohon dan 200 kepala keluarga menanam pohon di halaman rumah masing-masing.

Sementara itu, pada indikator kesehatan mental dan spiritual, sebanyak 290 penerima manfaat aktif mengikuti berbagai kegiatan komunitas seperti pengajian, senam, dan aktivitas sosial lainnya.

Muslim mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi program Kawasan Sehat oleh LKC Dompet Dhuafa.

Baca juga: PLN dan Dompet Dhuafa Dorong Generasi Unggul di Sinjai lewat Program Desa Berdaya

“Kami semua dari lintas sektor sangat antusias. Sebab, dengan program ini, PHBS kami sangat terbantu. Bahkan ,warga yang tadinya belum punya WC kini bisa membangun toilet sehingga kami berhasil mendapat predikat ODF,” ujar Muslim dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Sementara itu, Iwan menjelaskan bahwa program Kawasan Sehat telah menjadi contoh kolaborasi pentaheliks yang berjalan efektif dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat.

Sekretaris Yayasan Rumah Sehat Terpadu (YRST) Dompet Dhuafa Iwan Ridwan.Dok. Dompet Dhuafa Sekretaris Yayasan Rumah Sehat Terpadu (YRST) Dompet Dhuafa Iwan Ridwan.

“Program ini telah berjalan sangat baik selama tiga tahun dan memberikan dampak besar bagi masyarakat. Ini menjadi model kolaborasi pentahelix yang melibatkan seluruh stakeholder, pemerintah, akademisi, mitra usaha, media, dan masyarakat. Akhirnya program ini berjalan baik dan memberi manfaat besar bagi masyarakat.

Iwan berharap, program Kawasan Sehat dapat terus berlanjut dan semakin meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat di masa depan.

Capaian program Kawasan Sehat

Capaian program Kawasan Sehat tidak hanya terlihat dari hasil 2024, tetapi juga dapat dibandingkan melalui data perkembangan antara tahun 2022 dan 2023.

Terkait itu, Martina memaparkan capaian program sekaligus arah ke depan usai dimandirikannya Kawasan Sehat Pulau Kelapa.

Pada 2022, tercatat 100 persen ibu hamil tidak mengalami anemia, 100 persen ibu hamil terpantau status gizinya, 94,11 persen ibu menyusui memberikan ASI eksklusif, 100 persen balita terpantau status gizinya, dan 96 persen balita dengan malnutrisi didampingi hingga status gizinya meningkat.

Sementara itu, setelah intervensi program hingga 2023, data menunjukkan 91,1 persen ibu hamil tidak mengalami anemia, 100 persen ibu hamil terpantau status gizinya, 80 persen ibu menyusui memberikan ASI eksklusif, 100 persen balita terpantau status gizinya, serta 79,5 persen balita dengan malnutrisi mendapat pendampingan hingga status gizinya membaik.

Dalam pengelolaan tuberkulosis, upaya skrining di 2022 telah dilakukan pada 127 penerima manfaat dengan 25 orang suspek TBC yang diperiksa dan 14 pasien TBC SO yang didampingi dengan enam orang dinyatakan sembuh.

Pada 2023, cakupan skrining meningkat menjadi 459 penerima manfaat, 36 suspek TBC diperiksa, serta 14 pasien TBC SO didampingi dengan 13 orang berhasil sembuh.

Pada indikator pengendalian penyakit tidak menular, pada 2022 tercatat sebanyak 184 penerima manfaat menjalani skrining dengan 105 orang masuk dalam pengelolaan PTM dan 47 orang mendapat pendampingan pengelolaan risiko PTM.

Perbandingan data juga terlihat pada pengelolaan sanitasi total berbasis masyarakat. Pada 2022, masih terdapat 88 rumah dengan praktik buang air besar sembarangan, 30 rumah memiliki jamban sehat, dan 52 penerima manfaat terpapar edukasi tentang sampah.

Sementara, pada 2023, jumlah rumah dengan praktik BABS menurun menjadi 57, terdapat 15 rumah baru yang membangun jamban sehat, 313 penerima manfaat menerima edukasi sampah, 70 orang melakukan pemilahan sampah, dan 35 orang mulai mengolah sampah.

Program lingkungan hijau produktif juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2022 hanya terdapat satu pojok rokok, 41 penerima manfaat mendapat edukasi menanam pohon, dan 31 orang menanam pohon di halaman rumah.

Sedangkan pada 2023 tercatat 236 penerima manfaat menerima edukasi menanam pohon dan 165 orang menanam pohon di halaman rumah masing-masing.

Untuk aspek kesehatan mental dan spiritual, pada 2022 tercatat sebanyak 135 penerima manfaat menjalani skrining kesehatan jiwa dan 285 orang mengikuti kegiatan komunitas seperti pengajian dan senam.

Pada 2023, jumlah yang terskrining meningkat menjadi 343 orang dengan 286 penerima manfaat aktif dalam kegiatan komunitas.

Kepala LKC Dompet Dhuafa drg Martina Tirta Sari.Dok. Dompet Dhuafa Kepala LKC Dompet Dhuafa drg Martina Tirta Sari.

“Program ini sudah berjalan sejak 2022 dan berhasil mencapai tujuh indikator. Ke depan, akan ada penajaman program, khususnya dalam bidang sanitasi melalui program Kampung Sehati. Semoga program-program LKC Dompet Dhuafa terus memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat di Kepulauan Seribu, dan Pulau Kelapa,” jelasnya.

Untuk diketahui, rangkaian acara Public Expose juga mencakup pemaparan capaian program, penayangan video dokumentasi, penandatanganan komitmen keberlanjutan program, hingga kunjungan ke penerima manfaat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana transparansi, akuntabilitas sosial, dan forum multipihak untuk memperkuat sinergi lintas sektor.

Melalui kegiatan itu, LKC Dompet Dhuafa Jakarta menegaskan komitmennya dalam memperluas dampak positif program, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta mendorong terciptanya Pulau Kelapa yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.

Baca juga: Seminar LKC Dompet Dhuafa: Budaya dan Dukungan Keluarga Jadi Kunci Sukses Menyusui di Indonesia

Terkini Lainnya
Terbang Menembus Blokade, Solidaritas dari Indonesia untuk Palestina

Terbang Menembus Blokade, Solidaritas dari Indonesia untuk Palestina

Inspirasi
Tujuh Program Kawasan Sehat dari LKC Dompet Dhuafa Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Pulau Kelapa

Tujuh Program Kawasan Sehat dari LKC Dompet Dhuafa Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Pulau Kelapa

Inspirasi
Hijaukan Gunungkidul, Dompet Dhuafa Ajak Warga Olah Sampah Organik Jadi Kompos

Hijaukan Gunungkidul, Dompet Dhuafa Ajak Warga Olah Sampah Organik Jadi Kompos

Inspirasi
PLN dan Dompet Dhuafa Dorong Generasi Unggul di Sinjai lewat Program Desa Berdaya

PLN dan Dompet Dhuafa Dorong Generasi Unggul di Sinjai lewat Program Desa Berdaya

Inspirasi
Seminar LKC Dompet Dhuafa: Budaya dan Dukungan Keluarga Jadi Kunci Sukses Menyusui di Indonesia

Seminar LKC Dompet Dhuafa: Budaya dan Dukungan Keluarga Jadi Kunci Sukses Menyusui di Indonesia

Inspirasi
Hiburan dan Kebaikan Berdampingan: Konser JUMBO dan Kisah di Balik Musala Dompet Dhuafa

Hiburan dan Kebaikan Berdampingan: Konser JUMBO dan Kisah di Balik Musala Dompet Dhuafa

Inspirasi
Bendera Merah Putih Raksasa Membentang di Arus Deras Cikaso, Simbol Perjuangan Meraih Ilmu

Bendera Merah Putih Raksasa Membentang di Arus Deras Cikaso, Simbol Perjuangan Meraih Ilmu

Inspirasi
Dorong Pengembangan Karakter Anak, Dompet Dhuafa Gelar Jambore Sekolah Budi Pekerti

Dorong Pengembangan Karakter Anak, Dompet Dhuafa Gelar Jambore Sekolah Budi Pekerti

Inspirasi
Rayakan Kemerdekaan Ke-80 RI, Dompet Dhuafa dan Kitabisa.com Resmikan Jembatan Gantung di Gowa

Rayakan Kemerdekaan Ke-80 RI, Dompet Dhuafa dan Kitabisa.com Resmikan Jembatan Gantung di Gowa

Inspirasi
Perkuat

Perkuat "Soft Diplomacy" RI, Dompet Dhuafa Galang Wakaf untuk Islamic Center Indonesia di Kroasia

Inspirasi
Dana Ziswaf Dompet Dhuafa Tumbuh 13,79 Persen, Bukti Masyarakat Makin Peduli Sesama

Dana Ziswaf Dompet Dhuafa Tumbuh 13,79 Persen, Bukti Masyarakat Makin Peduli Sesama

Inspirasi
Rutin Berzakat Lewat Dompet Dhuafa, Pasutri Ini Rasakan Keberkahan dan Kemudahan Layanan

Rutin Berzakat Lewat Dompet Dhuafa, Pasutri Ini Rasakan Keberkahan dan Kemudahan Layanan

Inspirasi
Fairuz A Rafiq, Olivia dan Marcella Zalianty Tebar Zakat Fitrah 300 Paket Sembako

Fairuz A Rafiq, Olivia dan Marcella Zalianty Tebar Zakat Fitrah 300 Paket Sembako

Inspirasi
Dompet Dhuafa Pimpin Diplomasi Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina

Dompet Dhuafa Pimpin Diplomasi Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina

Inspirasi
Dorong Kemaslahatan Umat, Dompet Dhuafa dan BPKH Gelar Hajj-Preneur

Dorong Kemaslahatan Umat, Dompet Dhuafa dan BPKH Gelar Hajj-Preneur

Inspirasi
Bagikan artikel ini melalui
Oke