KOMPAS.com - Solidaritas masyarakat Indonesia untuk Palestina kembali mengalir. Dompet Dhuafa melalui Forum Zakat (FOZ) bersama sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) gabungan, menyalurkan bantuan kemanusiaan gelombang ke-5 sebanyak 880 boks dengan berat total 17,6 ton untuk warga Gaza, Palestina, yang mengungsi di Yordania.
Bantuan itu masih terus bergulir hingga berita ini diturunkan, melalui mekanisme airdrop yang dikoordinasikan bersama Militer Angkatan Udara Uni Emirat Arab (UEA).
Penyaluran dijadwalkan berlangsung hingga 28 Agustus 2028, dalam beberapa kloter penerbangan. Secara keseluruhan, total bantuan yang tersalurkan mencapai 1.538 boks dengan berat total 30,7 ton, terkemas dalam 96 palet atau parasut besar.
“Bantuan ini adalah amanah sekaligus solidaritas masyarakat Indonesia. Walau penuh tantangan, kami, Dompet Dhuafa bersama FOZ, terus berupaya agar saudara-saudara kita di Gaza bisa merasakan uluran tangan dari negeri jauh bernama Indonesia,” ungkap Dian Mulyadi, Deputi Direktur Corporate Secretary Dompet Dhuafa.
Upaya ini tidak berdiri sendiri. Bantuan kemanusiaan tersebut lahir dari kolaborasi erat antara FOZ, Pemerintah Republik Indonesia, Yordania, serta UEA.
Dukungan lintas negara ini menunjukkan bahwa solidaritas untuk Palestina tidak mengenal batas. Meski begitu, airdrop hanyalah salah satu cara penyaluran.
Krisis kemanusiaan di Gaza semakin parah. Dilansir dari AP NewsPolitico, korban jiwa lebih dari 62.800 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
World Health Organization juga menyebutkan lebih dari 500.000 orang masuk dalam kategori kelaparan (IPC Phase 5). Dalam satu bulan, lebih dari 12.000 anak menderita malnutrisi akut—angka tertinggi sejak 7 Oktober 2023.
Terkini, serangan ganda di Nasser Hospital, Khan Younis, pada 25 Agustus 2025 lalu menewaskan 22 orang, termasuk 5 jurnalis: Hussam al-Masri (Reuters), Mariam Abu Dagga (AP), Mohammed Salama (Al-Jazeera), Moaz Abu Taha (Reuters), dan Ahmad Abu Aziz.
Sekitar 50 lainnya terluka.Wikipedia. Dilansir ABCPolitico, total jurnalis Palestina yang tewas dalam konflik ini mencapai 240 orang.